Senin, 23 Desember 2013

Remaja Cirebon Masih Anggap Media Sosial Sebagai Hiburan

| No comment
[caption id="attachment_523" align="aligncenter" width="450"]Ragam media sosial di internet Ragam media sosial di internet[/caption]

Astanajapura, Cirebon Post
Mayoritas pelajar di Indonesia, terutama di Cirebon masih menganggap akun media sosial sejenis Facebook dan Twitter hanya sebagai sarana hiburan dan media narsis yang tidak membawa manfaat besar. Padahal, media tersebut sebenarnya bisa dijadikan ajang tukar informasi yang mampu memperkaya pengetahuan dan penunjang bakat, minat dan tingkat kreatifitas yang mereka miliki.



Demikian disampaikan Mubarok Hasanuddin, Direktur Pengembangan Informasi dan Teknologi JINGGA Media, saat menyampaikan laporan bulanan di Kantor JINGGA Media, Pusat Analisis Data dan Pengembangan Media Komunitas, Jl. Kendal, Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Senin (23/12).



“Ada tiga unsur yang sebenarnya terdapat dalam media sosial, pertama berbagi, interaksi dan informasi, sayangnya, remaja kita hanya mampu memanfaatkannya sebatas interaksi, bahkan sekadar hiburan dan narsis-narsisan, tidak lebih,” ungkap Mubarok.



Mubarok melanjutkan, potensi positif dari penggunaan media sosial di kalangan remaja ini harus didukung oleh pihak lain, terutama orang tua. Menurutnya, orang tua tidak harus antipati terhadap internet apalagi media sosial, melalui pendampingan yang serius, para remaja akan bisa mengarahkan fungsi media sosial ke arah yang lebih bermanfaat.



“Melarang anak untuk bermain internet bukan solusi yang baik, yang paling bagus adalah menemani dan mengarahkan mereka untuk lebih menggunakan media sosial secara positif dan mampu mendongkrak daya kreatifitasnya, hal ini juga bisa membendung efek negatif dari internet, semisal pornografi, penipuan, pengambil alihan akun, dan lain-lain,”



Pada laporan bulan November 2013 ini, JINGGA Media menuliskan dari sebanyak 310.688 akun Facebook dan 189.142 akun Twitter milik remaja Cirebon, 86 % di dalamnya digunakan sebagai media hiburan dan alat narsis dengan menunjukkan eksistensi di luar interaksi pengetahuan, keilmuan, penyaluran bakat dan pengembangan kreatifitas. Sebelumnya, pada Maret 2013, JINGGA Media juga menurunkan laporan serupa, yakni sebanyak 68 % konten negatif muncul saat diketikkan kata kunci yang berkaitan dengan pelajar, remaja dan siswa di beberapa mesin pencarian internet, di antaranya Google dan Yahoo. [CP-06]

Tags : , ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar