Sabtu, 08 Februari 2014

Hampir Delapan Puluh Persen Kata Pelajar di Internet Merujuk Ke Konten Negatif

| No comment
[caption id="attachment_552" align="aligncenter" width="663"]Sejumlah Tim Redaksi MadingSekolah.Net saat menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di DB Radio Cirebon Sejumlah Tim Redaksi MadingSekolah.Net saat menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di DB Radio Cirebon[/caption]

Cipto, Cirebon Post
Sebanyak hampir 80 % konten bernada negatif akan muncul di saat pengguna menuliskan  kata kunci berupa “pelajar”, “siswi”, “SMA”, “SMP” dan sejenisnya. Fakta tersebut, menjadikan pentingnya mengubah kesan dan wajah pelajar Indonesia ke arah yang lebih baik.


Demikian disampaikan Mubarok Hasanuddin, Pimpinan Umum MadingSekolah.Net, sebuah portal pelajar Indonesia, dalam kesempatan talkshow di DB Radio Cirebon, Jl. Ciptomangunkusumo Kota Cirebon, Jumat (7/2) malam.


“Coba saja, pasti yang muncul adalah berita-berita soal tawuran, kecelakaan, tindakan seksual dan sebagainya, hampir semuanya konten negatif. Maka melalui MadingSekolah.Net ini kami berusaha untuk mewarnai kata kunci tersebut dengan konten-konten yang lebih positif,” jelasnya.


Mubarok, yang juga menjabat sebagai Direktur IT di JINGGA Media menambahkan, pihaknya gencar melakukan kampanye pemanfaatan internet secara sehat bagi kalangan pelajar, menurutnya hal ini sangat penting mengingat internet juga berpotensi besar untuk menjebak mereka ke arah yang buruk.


“Yang lebih akrab kita kunjungi justru sosial media, padahal jika diibaratkan komputer, ia hanya satu dari sekian triliyun komputer yang terhubung internet di dunia ini. Kini waktunya para pelajar kita temani guna mendapatkan informasi-informasi yang lebih memperkaya mereka, terutama menghindarkan mereka dari hal-hal yang berbau pornografi,”


Program talkshow perdana DB Radio yang bertajuk Wanna Be ini juga menghadirkan Dea Sheila Hilalia, Pemimpin Redaksi MadingSekolah.Net. Dalam kesempatan tersebut Dea menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa  agenda guna mendorong daya kreatifitas pelajar di internet.


“Selain digunakan untuk mefasilitasi karya-karya pelajar, MadingSekolah.Net juga melakukan beberapa terobosan guna menggugah kreatifitas mereka, terutama dalam dunia tulis menulis.


Alhamdulillah, yang terakhir kami gelar lomba menulis surat secara nasional, banyak yang merespon, di antaranya dari Aceh, Lampung, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan pelajar Cirebon sendiri,” jelas Dea.


Mendekati setahun perjalanan MadingSekolah.Net, Dea mengatakan pihaknya juga tengah merencanakan pelaksanaan festival majalah dinding (Mading) se-Jawa Barat juga sebuah pagelaran Media Sekolah Awards.


“Tujuannya untuk menghargai para pegiat media sekolah di Indonesia, khususnya se-Jawa Barat,” tambahnya.


Ditanya soal keuntungan tergabung dalam jaringan MadingSekolah.Net, Delvi Sulistin Monawati, salah satu kontributor dari SMAN 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon mengatakan, dia dan teman-temannya mendapatkan pengalaman yang tak sedikit.


“Pokoknya asyik, kita bisa menayangkan informasi dan berita-berita seputar sekolah, sekaligus karya kita berupa puisi, cerpen dan lainnya agar bisa dibaca oleh banyak orang di dunia,” pungkas Delvi. [Faim/CP-15]


 
Tags : , ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar